Rabu, 11 Februari 2015

hari ini


Pagi Ini Aku Memulai Dengan Tidak Menyemangatimu. Sesampainya Di Sekolah Pun Aku Juga Tak Berusaha Mencarimu. Selang Waktu Berjalan, Aku Tak Mencari Tahu Kabar Tentangmu. Dalam Padatnya Aktivitasku, Tidak Kulakukan Sedikitpun Untuk Mengirimi Pesan Untukmu. Hingga Pada Saat Matahari Mencapai Puncak Panasnya, Kau Muncul. Berdiri Di Seberang Sana Dengan Pundak Bersampirkan Jaket Warna Krim. Sangat Jelas Bagiku Di Lorong Depan UKS Kau Menghadap Arah Selatan. Dalam Setiap Kedipan Mataku, Aku Melihatmu...

Terkadang Disela-Sela Gurauan Teman-Temanku Aku Berpura-Pura Tidak Melihatmu, Namun Mata Ini Selalu Dan Terus Secara Otomatis Tertuju Padamu. Tiba Saat Matamu Bertemu Mataku, Rasa Yang Tak Bisa Terungkap Seakan Bergejolak, Hati Ini Berbicara. Aku Tahu Kau Tidak Akan Tahu Apa Yang Aku Katakan Barusan. Aku Mengangkat Jempolku. Jempol Semangat Yang Tidak Sempat Aku Berikan Tadi Pagi. Tapi Aku Lega. Walau Matanya Kembali Beralih. Aku Memalingkan Wajahku. Aku Memuaskan Diriku Dengan Tersenyum. Ungkapan Rasa Senangku Melihat Dia Hari Ini. Aku Kembali Berputar-Putar Dengan Gurauan Teman-Temanku. Aku Pun Kembali Melihatnya. Aku Tertunduk. Aku Terhenti. Aku Kembali Melihatnya Untuk Meyakini Bahwa Semua Benar. Dia Tengah Duduk Di Kursi Yang Panjang, Dengan Seseorang Disana. Rasa Yang Membuatku Risih. Aku Benci Mengakuinya. Sangat Tidak Ingin Memilikinya. Aku Tidak Pantas Mempunyai Rasa Itu. Aku Bukanlah Siapa-Siapa.Dan Kau Adalah Pemeran Utamanya. Kau Dan Mereka. Hanya Itu Saja. Aku Harap Dengan Adanya Aku Tidak Membuat Semua Ini Menjadi Buram. Tidak Berada Di Dasar Laut. Hanya Aku Yang Memiliki Tempat Itu. Hanyalah Aku Seorang Saja. Seperti Aku Sekarang, Menekan-Nekan Keyboard. A, B, C. Di Sisi Ruang Yang Gelap Bersama Handphone Disampingku, Aku Menunggu Pesan Darimu. Apa Sebaiknya Aku Yang.........??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar