Terkadang Disela-Sela Gurauan
Teman-Temanku Aku Berpura-Pura Tidak Melihatmu, Namun Mata Ini Selalu Dan Terus
Secara Otomatis Tertuju Padamu. Tiba Saat Matamu Bertemu Mataku, Rasa Yang Tak
Bisa Terungkap Seakan Bergejolak, Hati Ini Berbicara. Aku Tahu Kau Tidak Akan
Tahu Apa Yang Aku Katakan Barusan. Aku Mengangkat Jempolku. Jempol Semangat
Yang Tidak Sempat Aku Berikan Tadi Pagi. Tapi Aku Lega. Walau Matanya Kembali
Beralih. Aku Memalingkan Wajahku. Aku Memuaskan Diriku Dengan Tersenyum.
Ungkapan Rasa Senangku Melihat Dia Hari Ini. Aku Kembali Berputar-Putar Dengan
Gurauan Teman-Temanku. Aku Pun Kembali Melihatnya. Aku Tertunduk. Aku Terhenti.
Aku Kembali Melihatnya Untuk Meyakini Bahwa Semua Benar. Dia Tengah Duduk Di
Kursi Yang Panjang, Dengan Seseorang Disana. Rasa Yang Membuatku Risih. Aku
Benci Mengakuinya. Sangat Tidak Ingin Memilikinya. Aku Tidak Pantas Mempunyai
Rasa Itu. Aku Bukanlah Siapa-Siapa.Dan Kau Adalah Pemeran Utamanya. Kau Dan
Mereka. Hanya Itu Saja. Aku Harap Dengan Adanya Aku Tidak Membuat Semua Ini
Menjadi Buram. Tidak Berada Di Dasar Laut. Hanya Aku Yang Memiliki Tempat Itu.
Hanyalah Aku Seorang Saja. Seperti Aku Sekarang, Menekan-Nekan Keyboard. A, B,
C. Di Sisi Ruang Yang Gelap Bersama Handphone Disampingku, Aku Menunggu Pesan
Darimu. Apa Sebaiknya Aku Yang.........??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar